Rabu, 09 November 2016

EKSISTENSI BAHASA INDONESIA DI TENGAH BUDAYA LUAR DAN PENGARUH GLOBALISASI



Bahasa Indonesia bukan hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai pemersatu bangsa Indonesia.  Namun, kini kita tengah memasuki abad  dimana terjadi perubahan-perubahan pada eksistensi bahasa Indonesia terutama pada bahasa Indonesia populer. Eksistensi Bahasa Indonesia yang merupakan jati diri bangsa Indonesia pada era globalisasi sekarang ini perlu dibina dan dimasyarakatkan oleh setiap warga negara Indonesia.Hal ini diperlukan agar bangsa Indonesia tidak terbawa arus oleh pengaruh dan budaya asing yang tidak sesuai dengan bahasa dan budaya bangsa Indonesia.Pengaruh alat komunikasi yang begitu canggih harus dihadapi dengan memertahankan jati diri bangsa Indonesia, termasuk jati diri bahasa Indonesia. Ini semua menyangkut kedisiplinan berbahasa nasional, dengan mematuhi semua kaidah atau aturan pemakaian bahasa Indonesia.Namun pada era globalisasi ini, yaitu era yang ditandai pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, memungkinkan budaya asing, termasuk bahasa, masuk ke Indonesia.
Generasi muda justru lebih bangga berbicara menggunakan bahasa asing, meskipun tidak paham betul artinya.Mereka lebih memilih bahasa asing karena bahasa asing, khususnya bahasa Inggris, menjadi bahasa internasional yang dianggap keren bagi generasi muda yang tumbuh di era serba praktis ini.Penggunaan bahasa asing ini menjadikan penggunaan bahasa Indonesia dalam kehidupan masyarakat semakin terdesak, karena banyak masyarakat Indonesia kurang paham arti penting bahasa Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Padahal UNESCO, badan PBB yang bertugas di bidang kebudayaan negara-negara di dunia, telah menyatakan bahwa bahasa Indonesia merupakan salah satu dari bahasa internasional, tetapi bangsa pemiliknya justru lebih bangga menggunakan bahasa bangsa lain.
Disiplin berbahasa Indonesia akan membantu bangsa Indonesia untuk mempertahankan dirinya dari pengaruh negatif asing atas kepribadiannya sendiri.Bahasa Indonesia diuji di era globalisasi ini karena mulai menurunnya kecintaan dan kebanggaan masyarakat berbahasa persatuan di negeri ini. Dengan zaman yang modern dan canggih inipun perkembangan bahasa indonesia populer menjadi sangat pesat.  Namun, makin berkembangnya waktu, maka pemakaian bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari mulai bergeser digantikan dengan pemakaian bahasa Indonesia populer atau yang lebih dikenal dengan bahasa gaul. Umumnya, anak remaja sekarang menganggap kalau tidak mengerti bahasa gaul berarti remaja tersebut tidak gaul. Bahasa Indonesia populer  pun makin meraja dikalangan masyarakat terutama para remaja, bahkan tak jarang orang  berpendidikan pun memakai bahasa populer. Baik dalam bentuk lisan maupun tulisan dan  juga dalam waktu formal maupun nonformal. Hal ini dikarena pengaruh globalisasi dengan tekonologi yang canggih, yang mampu memengaruhi bahasa populer tersebut menjadi bahasa sehari-hari mereka dalam bermasyarakat.
Di era globalisasi ini, semakin besar tantangan bahasa Indonesia untuk tetap memegang peranan sebagai jati diri bangsa. Karena sekarang lebih banyak peranan bahasa asing daripada Bahasa Indonesia sendiri.Dan bangsa Indonesia pun lebih disibukkan untuk mempelajari bahasa asing dibandingkan bahasanya sendiri.Ini yang perlu di khawatirkan dari dampak era globalisasi saat ini. Berbagai penyebab pergeseran pemakaian bahasa Indonesia, tidak hanya disebabkan oleh bahasa asing tetapi juga disebabkan oleh adanya interferensi bahasa daerah dan pengaruh bahasa gaul. Dewasa ini bahasa asing lebih sering digunakan daripada bahasa Indonesia hampir di semua sektor kehidupan. Sebagai contoh, masyarakat Indonesia lebih sering menempel ungkapan “No Smoking” daripada “Dilarang Merokok”, “Stop” untuk “berhenti”, “Exit” untuk “keluar”, “Open House” untuk penerimaan tamu di rumah pada saat lebaran, dan masih banyak contoh lain yang mengidentifikasikan bahwa masyarakat Indonesia lebih menganggap bahasa asing lebih memiliki nilai.
Ketidaktertarikan bangsa indonesia untuk mengasah kemampuannya pada penggunaan bahasa Indonesia adalah karena Bangsa Indonesia khususnya yang masih duduk di bangku sekolah ini menganggap bahwa bahasa Indonesia sudah digunakkan dalam keseharian mereka dan bukan sesuatu yang harus diberikan perhatian khusus. Dari fenomena ini, sangat perlu kritisasi dari pihak pendidik untuk mencari cara yang inovatif untuk mengembangkan minat para siswa dalam memperdalam penguasaan terhadap penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Di era globalisasi ini, dengan adanya berbagai kemajuan teknologi informasi dan komunikasi sangat berpengaruh terhadap eksistensi bahasa Indonesia.Namun demikian, dengan kemajuan teknologi seharusnya bisa kita manfaatkan dalam mempertahankan bahasa Indonesia.
Era globalisasi memang merupakan tantangan besar bagi seluruh dunia termasuk bangsa Indonesia untuk dapat mempertahankan diri di tengah-tengah pergaulan antarbangsa yang sangat rumit.Bahkan dalam berbahasa yang selalu kita gunakan dalam kehidupaan sehari-hari, yang dapat memberi dampak besar bagi jati diri bangsa yang diperlihatkan melalui jati diri bahasa. Eksistensi bahasa Indonesia populer pun manjadi semakin pesat.Era globalisasi akan menyentuh semua aspek kehidupan, termasuk bahasa. Bahasa yang semakin global dipakai oleh semua bangsa di dunia ialah bahasa Inggris, yang pemakainya lebih dari satu miliar.
Bahasa Inggris, misalnya, walaupun pemakainya semakin besar sebagai bahasa kedua, masyarakat suatu negara akan semakin kuat juga memertahankan bahasa ibunya, Perkembangannya dikarenakan era globalisasi yang terjadi sekarang ini. Dengan adanya dampak positif maupun negatif yang ada membuat di era globalisasi yang dapat mengubah segalanya. Banyak pengaruh globalisasi bagi eksistensi bahasa Indonesia populer, sehingga memunculkan masalah-masalah sosial baru. Masalah menjadi bertambah ketika penulisan kata bahasa Inggris yang belum  secara resmi dibahasa Indonesiakan ditulis dengan ejaannya pada lafal bahasa Indonesia. Remaja  melakukan ragam dalam penulisan tersebut sebab memiliki beberapa dorongan seperti agar dikatakan memiliki kreatifitas, gaul, dan berpengetahuan luas. . Banyak juga remaja yang lebih suka mempelajari bahasa asing daripada bahasa nasionalnya sendiri. Seiring dengan pengaruh globalisasi yang menuntut kita untuk pandai dalam bahasa Inggris, hal itu juga mendorong kita untuk lebih mempelajari bahasa Inggris daripada bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia memang memegang peranan penting dalam membangun manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, peningkatan pendidikan bahasa Indonesia di sekolah-sekolah perlu dilakukan melalui peningkatan kemampuan akademik para pengajarnya. Demikian juga halnya dengan Bahasa dan Sastra Indonesia sebagai sarana pengembangan penalaran, karena pembelajaran bahasa Indonesia selain untuk meningkatkan keterampilan berbahasa, juga untuk meningkatkan kemampuan berpikir, bernalar, dan kemampuan memperluas wawasan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar